Kemampuan sosial seorang mengenai kebutuhannya sangat tergantung dari seberapa orang tersebut mengetahui perkembangan dan memiliki kekayaan. Karena sosial seorang sangat berhubungan erat dengan ekonomi nasionalnya dan kemampuan ekonomi dan finansial orang tersebut semakiin ekonomi dan finansial sorang besar maka semakin besar kebutuhan dia yang dapat terpenuhi dan semakin menjadi kebutuhan yang tidak seharusnya menjadi diharuskan. Namun jika ekonomi dan finansial seorang tersebut kecil atau rendah maka kebutuhan yang dibutuhkannya tidak akan tercapai sepenuhnya dan justru akan kekurangan. Di indonesia banyak sekali kejadian seperti ini dan sangat terpengaruh oleh ekonomi dibanding dengan sosialnya sebab darii tu individualisme menjadi tinggi karena menginginkan segalanya dengan ekonomi yang tinggi tanpa melihat ekonomi yang rendah. Sejujurnya kemampuan ekonomi di indonesia sangat lah kritis dan mengkhawatirkan karena tidak adanya kemampuan untuk mengelola ekonomi tersebut dengan sosial dan kebudayaan asli indonesia hanya justru menggunakan kekuatan dan budaya luar sehingga sekiranya segi ekonomi indonesia adalah yang kuat dari golongan luar/asing. Namun jika dilihat dari sumber daya nilai ekonomi inodesia sangat tepat bagi semua bangsanya mendapat kesejahteraan dan meninggalkan sebuah kemiskinan, pengaruh ini dipengaruhi oleh keuntungan yang dianggap besar yang ditawarkan oleh asing sehingga banyaknya pribumi yang mengaisi sampah untuk menyuapkan nasi untuk mengenyangkan perutnya sehari.
Seharusnya seorang pemimpin atau wakil dari rakyatlah yang menjadi penompang dalam hal ini bukannya makin banyak menjalin hubungan diplomat dengan luar negeri/asing yang mengira dengan adanya hubungan tersebut akan membuat keuntungan bagi negeri ini. Keegoisan itulah yang salah bila mana negeri ini walaupun dengan tidak adanya diplomatik asalkan smua memikirkan dan mengurusi negeri ini dengan segala kebudayaan dan juga dengan segala apa yang ada didalamnya tanpa ada egois dan juga kepentingan individual maka dengan sendirinya negara asing itu yang meminta hubungan diplomatik dengan negeri ini bukan dengan mengoyo meminta agar menjalin hubungan diplomatik dengan negara asing.
`````````````````Sejujurmnya negeri ini memeiliki segalanya yang diinginkan negeri asing namun pertanyaannya adalah mengapa tidak ada yang memanfaatkan kesegalaan yang ada tersebut?
Seharusnya tidaklah kita negeri ini menerima bantuan hutangan atau menambah hutang hanya untuk kemajuan sebuah era yang baru dan tidak ingin ketertinggalan. Sebenarnya itu hanyalah sebuah modis belaka yang tiap tahunnya berubah dan itu adalah kesempatan mereka untuk memancing negara-negara sumber daya seperti negara ini agar sedikit demi sedikit menjual wilayahnya sehingga habis dan tak miliki wilayah kembali.
Tak pernah lagi ada pemimpin yang memikirkan keutuhan dan pertahanan sebuah negaranya dan kemakmuran negerinya yang seiring dipikirkan hanyalah masalah-masalah perorang yang dipamerkan dimuka umum sehingga terlihat bekerja dengan maksimal tpai itu hanyalah untuk membodohi orang pribumi sesungguhnya itu ditertawakan oleh negara asing yang makin leluasa menggerogoti wilayah-wilayah entah itu legal ataupun ilegal. Sungguh ironis memang belum adanya kemampuan pemimpin yang bisa benar-benar memimpin kesemua dan keutuhan negeri ini menjadi sebuah satu hal yang dapat menyapu segala kekurangan yang ada untuk menunjukan kemegahan sesungguhnya negeri ini.
Satuhal jawaban yang benar akan negeri ini saat ini adalah: NEGERIKU YANG MATI.
Teriris sekali bila semua orang pribumi sadar akan hal-hal ini kebangkitan negeri kita setelah dijajah tidaklah sebuah kebangkitan sesungguhnya itu hanya sebuah fatamorgana saja karena kita tetap terpuruk dan terjajah mungkin bukan dari penjajah tapi datang dari diri semua pribumi yang ada. Sudah tak mampu menjaga dan mempertahankan keutuhan negeri ini dan hanyalah sebuah lagu kecil yang mengingatkan tentang kebangsaanpun telah terlupakan dan tersisikan bahkan nyaris lenyap itulah lagu kebangsaan negeri ini. Segala bentuk hukum yang ada dan bertujuan mengatur segala yang ada hanyalah sebagai tulisan tanpa makna yang menyayat dasar hukum yang ada bahkan dasarnya sendiri dilupakan hanya untuk egois dan kepentingan sebuah arti kebesaran ekonomi yang ada dan dasar hukum itu adalah pancasila yang sangat kokoh dan kuat saat diciptakannya pertama hingga tidak ada orang yang tidak mengagungkannya namun sekarang hany hal yang usang yang diletakan di tembok-tembok tua dan laci-laci berdebu serta diselipakan di lapisan buku yang tua. Tidaklah terpuji dan terkutuklah itu.
Negeriku bukan lagi negeriku
Tanahku bukan lagi tanahku
Darahku bukan lagi darahku
Benderaku bukan lagi benderaku
Suasana dan keadaan ini bukan lagi milikku
Maafkan aku hendak menyadarinya saat ini
Hanya yang ku takuti negeriku tenggelam dengan hancurnya semua sejarah yang diukirnya
Bila dirimu bisa berbicara tolong katakan apa maumu dan kemana arah tujuan sebenarnya
Bila ku mati sebelum aku melihat dirimu menjadi hebat kembali
Tolong katakan pada anak cucuku engkau akan hebat dengan mereka.
Ku mencintaimu negeriku ku berjanji segala hidupku akan kukorbankan untuk dirimu agar dirimu tegak dan gagah sewaktu aku telah tiada dan menunjukan kepada generasi berikutnya agar tetap pertahankan negeri ini dengan darah dan tangis serta keringat semuanya.
Merdeka negeriku dan tetap merdeka. Engkaulah prioritas dan tujuanku selama aku hidup aku adalah dirimu dan akan matipun tetap dirimu sehingga walaupun engkau tenggelam dan mati aku akan tenggelam dan mati karena dirimu dengan dengan dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar