Kamis, 16 September 2010

sejarah perkembangan dan permasalahan bangsa

Sebuah kerajaan berdiri karena keinginan sebuah keteraturan dan penguasaan agar terbentuknya sebuah pertahanan agar dapat menjalin dan mengembangkan kehidupan serta bekerjasama dalam menjalin kedamaian didalamnya dalam unsurnya sebuah kerajaan memiliki pemimpin dan juga pembantu dalam mengatur bukan sekedar rumah kosong namun seperti halnya rumah tapi dengan banyaknya karakertistik dan kebutuhan yang berbedia tiap orang didalamnya.
Induk sebuah kerajaan menjadi symbol dan menjadi kepatuhan untuk semua yang dibawahnya tetapi terkadang semua itu menjadikan sang pemimpin besar kepala sehingga meruntuhkan kerajaannya sendiri. Asperk inilah yang sampai sekarang masih berjalan di Indonesia sebagai Negara yang bukan lah sebuah kerajaan lagi tetapi suatu Negara yang republic demokrasi tidak merubah seutuhnya system pemerintahan kerajaan tersebut. Seorang pemimpin dibenarkan mengatur dan juga berkuasa atas tahtanya untuk mensejahterakan Negara atau kekuasaan wilayahnya dan masyarakat didalamnya tetapi seperti yang diutarakan diatas terkadang pemimpin menjadi besar kepala akan tahtanya sehingga membuat Negara atau kerajaannya runtuh dan mati. Setidaknya di Indonesia memiliki suatu hukum yang mengikat yang tidak diciptakan oleh kekuasaan pemimpin namun dari wakil rakyat yang sering disebutkan disini. Tetap saja seorang wakil tersebut menjadi besar kepala atas semua fasilitas dan juga yang diberikan sang pemimpin yang diatur oleh pembantunya menjadikan sama halnya seperti pemimpin tersebut. Tak bisa disangkal sisitem Negara dalam pelaksanaannya tidak menjuju sebuah keberhasilan melainkan banyaknya kebengkokan dan keterpurukan dalam pelaksanaannya
Jika mencoba merubah itu semua dikatakan tidaklah mudah layaknya membalikan telapak tangan karena apa? Yaitu karena setelah mendapat jabatan niatan dan jani disisihkan dan menjadikannya beban berat yang tak mungkin dapat merubahnya keterlenaan itulah yang membuat terjun bebas hingga hancur sebuah kesepakatan membangun dan mensejahterakan Negara dan masyarakatnya. Sangat fenomenal sekali karena bukan sekali ataupun duakali terjadi namun setiap kali perubahan orang di kursi kursi tahta tersebut. Jika ingin mentertawakan sebuah Negara pantasnya adalah negeri ini yang ditertawakan karena selama perjalanan negeri ini berdiri system didalamnya tidak ada penaikan kelas bahkan stak dan pasif di satu kelas yaitu Negara berkembang. Bahkan sudah dikalahkan dengan Negara-negara yang mungkin hanya separuh bahkan sepertiga kekayaan dari negeri ini melihat hal tersebut boleh lah dibilang dengan korea dan juga afsel bahkan lebih terdekat Singapore atau Malaysia.
Dapat dilihat dari sisi terkecil sebuah ketertinggalannya yaitu mata uang rupiah yang dibawah mata uang dollar Singapore dan Malaysia sebagai ringgit. Sungguh menggelikan sebuah Negara besar dengan sejarah dan kebanggaan bagi setiap pribuminya dan Negara lain mengais kekalahan dengan Negara yang bahkan bisa ditenggelamkan dengan sekejap seprti keduanya tadi.
Saat ini dilihat dari sebuah nasionalisme bangsa negeri ini sudah sangat kecil bahkan hanya sebagian wilayah yang mungkin bila kekuatan nasionalisme itu dikumpulkan hanya sebesar pulau bali. Dan andaikan sebuah modernisasi tidak diterima Negara ini akan buta tapi tidak dalam kenyataannya modrnisasi dengan mudahnya masuk tapi sungguh merintih bila negeri ini dapat  berbicara yaitu adalah banyaknya negative yang tidak melambangkan sebuah karakter sebuah negeri ini yang menjunjung sebuah kekuatan soapan santun dan juga keramahan didalamnya yang menunjukan sifat melayu yang kuat dan sejarah yang bersahaja sehingga seperti Negara ini tidak lagi mempunyai kemaluan karena sudah diputus dan tidak lagi memiliki kemaluan bahkan menjadi sebuah negeri yang penuh keterbukaan bukan dalam segi mufakat keterbukaan ini namun segi memalukannya. Sesungguhnya yang dimau oleh penghuni negeri ini adalah apa? Dan jawaban itu mungkin fashion dan kemajuan teknologi Dan modisnya saja yang inin mengkiblatkan diri ke Negara Negara luar dan tidak melihat dan memperhatikan kebudayaan dan trend Negara sendiri. Tidakkah malu seorang pribumi asli bertidak layaknya orang asing yang justru bertindak layaknya negeri dan kebudayaan milik pribumi?
Masih adakah yang mengerti makna sebuah pancasila? Bukan hanya dengan membaca dan menghafal sebuah pancasila namun memahami pancasila itu. Sulit sepertinya bahkan ada sebagian orang yang tidak mengerti pancasila bahkan tahu adanya pancasila. Aku yakin disini negeri dan para pendiri atau proklamator menangis dan merintih dan meminta agar dapat hidup kembali dan merubah rezim yang telanjang seperti sekarang ini. Seharusnya negeri ini adalah negeri yang menjaga aib serta rahasianya tidak perlu di ketahui banyak orang ataupun sampai mendunia adalah orang orang yang penuh sopan santun dan ramah tamah tapi berubah dengan kenyataannya yang menelanjangi orang dengan pemberitaan global hingga dipandang dengan negara yang menjijikan tidak mengenal budayanya dan mementingkan sebuah keuntungan sesaat yang justru menghancurkan martabat negeri ini padahal juga sejarah dari negeri ini sudah diketahui berbagai negara yang penuh dengan keanekaragaman budaya yang bermartabat dan mengagumkan.  Dan saat ini juga banyak dari orang pribumi berkhayal dan yakin negerinya adalah kaya dan juga hebat dan memikirkan pengembangan menjadi lebih baik dengan melihat sejarah yang ada malah justru percaya akan takhayul takhayul yang disisakan dari sejarah itu seharusnya sesuatu seperti itu hanyalah hal yang tidak patut ditunjukan karena masih banyak tugas dan kesempatan merubah dan memperbaiki sebuah negaranya bukan sebuah takhayulnya.













Siti(FH Unnes):  Bahwa negeri ini hancur,hukum tidak ditegakan,dan banyak orang yang tidak memperoleh keadilan.
Pipit(FH unnes: hancur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar